Home » Artikel » Komputer sering restart, analisa dan solusi.

Komputer sering restart, analisa dan solusi.

Beberapa hal yang sering menjadi penyebab komputer sering restart antara lain :

  1. Processor terlalu panas (overheating).
  2. Power Supply yang kekurangan daya (power supply drop)
  3. Kerusakan /cacat pada VGA Card. (VGA card failure)
  4. Cacat fisik pada hardisk (harddisk bad sector)
  5. Kerusakan/cacat pada RAM/memory. (RAM failure)

ANALISA

Processor terlalu panas (overheating).

Untuk mengetahui apakah processor mengalami overheat (terlalu panas) dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Melalui BIOS, kemudian masuk menu Hardware Monitor, biasanya akan ditampilkan suhu processor, chipset, kecepatan fan processor, dll (tergantung fitur yang ditawarkan BIOS motherboard)
  • Menggunakan program monitoring seperti CPUID Hardware Monitor maupun Everest.
  • Mengecek langsung secara manual, yaitu dengan membuka casing CPU, kemudian meraba temperatur pada bagian HeatSink.

Processor mengalami overheat(terlalu panas), bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Putaran kipas / fan pendingin Processor yang sudah menurun (putaran pelan).
  • Menumpuknya debu pada heatsink. Hal ini cukup sering terjadi, terutama apabila ruangan tempat penyimpanan komputer cukup berdebu.
  • Pasta thermal mengering atau bahkan menguap habis sehingga perpindahan panas dari processor ke heatsink kurang sempurna.
  • Kondisi ruangan tempat komputer yang cukup panas.

 

Power Supply yang kekurangan daya (power supply drop).

Beberapa tanda-tanda jika terjadi penurunan daya pada power supply:

  • Komputer sering Hang sendiri.
  • USB port menjadi tidak berfungsi.
  • Kadang-kadang komputer restart sendiri.
  • Komputer nyala tampil di monitor tapi harddisk tidak terdeteksi di BIOS.
  • Komputer nyala tapi monitor mati (no Signal) sedangkan lampu indikator komputer (power dan harddisk) nyala terus

Kurangnya daya Power Supply dapat mengakibatkan komputer sering mengalami restart. Penyebab power suply kurang daya bisa bermacam-macam, terutama kerusakan pada salah satu atau beberapa komponen penyusun rangkaian power supply. Hal lain yang juga dapat mengakibatkan penurunan daya adalah menurunnya putaran kipas atau bahkan matinya kipas power supply, sehingga terjadi overheat pada salah satu atau beberapa komponen elektronik power supply.

 

Kerusakan /cacat pada VGA Card(VGA card failure).

Komputer tiba-tiba restart juga dapat terjadi dikarenakan rusaknya bagian VGA Card. VGA Card yang rusak biasanya akan terasa cepat panas pada bagian heatsink-nya. Selain itu tampilan pada layar monitor pun mengalami cacat/rusak. Hal lain yang juga mungkin terjadi adalah pin konektor AGP atau PCI express kotor karena kemasukan debu.

 

Cacat fisik pada hardisk (harddisk bad sector)

Hardisk yang rusak atau bahkan terdapat bad sector didalamnya dapat menjadi penyebab komputer menjadi hang. Biasanya muncul pesan bluescreen of deadth (BSOD) atau komputer tidak dapat booting dan restart terus menerus. Kerusakan atau cacat pada harddisk paling sering dikarenakan listrik yang tidak stabil (sering naik turun), atau juga karena prosedur shutdown yang tidak sempurna (komputer langsung dimatikan dengan langsung menekan tombol power, atau bahkan mencabut kabel power). Jika bad sector terisi dengan file system, maka dapat dipastikan sistem operasi akan gagal membaca file tersebut dan akhirnya mengakibatkan hang atau restart.

 

Kerusakan/cacat pada RAM/memory(RAM failure).

Memory/RAM rusak juga bisa menyebabkan komputer sering restart. Hal lain yang mungkin terjadi adalah pin konektor kotor karena debu.

Gejala yang sering terjadi antar lain:

  • biasanya komputer selalu restart ketika dinyalakan (meskipun telah dipastikan bahwa tidak ada masalah dengan hardware yang lain).
  • komputer tetap tidak bisa booting dan selalu restart meskipun masuk ke windows safe mode.

 

SOLUSI

Processor terlalu panas (overheating).

Cara untuk mengatasi masalah overheat ini adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan debu yang terdapat dalam casing CPU, heatsink, dan fan Processor secara berkala. Anda dapat menggunakan kuas kecil atau blower. Disarankan pembersihan ini dilakukan sebulan sekali atau paling lambat tiga bulan sekali.
  • Lapisi ulang processor dengan thermal paste. Sebelum memberikan thermal paste, bersihkan terlebih dahulu sisa-sisa thermal paste yang telah mengering yang menempel pada sisi processor dan heatsink. Usahakan menggunakan pasta thermal dengan kualitas yang cukup baik.
  • Pastikan bahwa fan CPU dapat berputar dengan lancar, lumasi dengan contact cleaner bila perlu.
  • Tempatkan komputer di ruangan yang tidak terlalu panas, akan lebih baik jika ruangan yang digunakan dipasangi AC.
  • Gunakan program monitoring temperatur seperti CPUID Hardware Monitor atau Everest untuk mengetahui secara dini jika terjadi overheat pada processor.

Power Supply yang kekurangan daya (power supply drop).

Apabila anda merasa curiga dengan performa Power Supply yang terpasang sebaiknya ganti dulu bagian power Supply ini dengan Power Supply yang terbukti berfungsi baik. Semakin besar daya / watt power suply semakin bagus.

Kerusakan /cacat pada VGA Card. (VGA card failure).

  • Jika VGA card Anda menggunakan heatsink dan kipas, pastikan bahwa kipas dapat berputar dengan baik, serta bersihkan dari debu yang menempel pada heatsink maupun kipas.
  • Bersihkan pin konektor yang masuk pada slot (AGP maupun PCI express) menggunakan penghapus pensil. Kemudian pasang kembali. Cek apakah ada kapasitor yang menggembung. Jika ada, servis terlebih dahulu VGA tersebut, atau ganti dengan VGA yang masih berfungsi dengan baik.

Cacat fisik pada hardisk (harddisk bad sector).

  • Ganti harddisk Anda jika ternyata memang terdapat bad sector.
  • Gunakan stavolt atau voltage stabilizer untuk mengantisipasi listrik yang tidak stabil. pastikan selalu mematikan komputer dengan proses shutdown yang benar.

Kerusakan/cacat pada RAM/memory(RAM failure).

  • Bersihkan pin konektor yang masuk pada slot RAM menggunakan penghapus pensil. Kemudian pasang kembali.
  • Jika cara di atas tidak berhasil ganti RAM yang terpasang dengan RAM lain yang telah terbukti berfungsi dengan baik.